Tuhan ada kah perbedaan dari makhluk yang kau ciptakan?
Sama kah cobaan yang ka berikan?
Sama kah rizki yg kau limpahkah?
Sama kah kesedihan yang kau acuhkan untuk umat mu?
Tapi aku yakin kau adalah zat paling adil di setiap insan yang tak pernah kuragukan
Aku rakyat kecil yang sehari-hari bergumul keras untuk hidup.
Tapi engkau begitu nyaman duduk santai di singgasanamu.
Padahal dari keringatkulah engkau hidup.
Padahal dari airmataku engkau bahagia.
Padahal aku dan engkau sama.
Padahal dari keringatkulah engkau hidup.
Padahal dari airmataku engkau bahagia.
Padahal aku dan engkau sama.
Kita ciptaan Tuhan.
Kita warga negara Indonesia.
Kita hidup di bawah kolong yang sama.
Tapi hanya itu kesamaan di antara kita.
Kita warga negara Indonesia.
Kita hidup di bawah kolong yang sama.
Tapi hanya itu kesamaan di antara kita.
Gajimu tinggi menjulang ke langit,
Sedangkan remah-remah uangmu pun masih sesuatu yang mengawang-awang.
Engkau berkeluh kesah mengenai gajimu yang 7 tahun tak pernah naik.
Sedang aku seumur hidupku bahkan tak pernah keluar dari rantai kemiskinan bedebah ini.
Sedangkan remah-remah uangmu pun masih sesuatu yang mengawang-awang.
Engkau berkeluh kesah mengenai gajimu yang 7 tahun tak pernah naik.
Sedang aku seumur hidupku bahkan tak pernah keluar dari rantai kemiskinan bedebah ini.
Engkau bicara soal Indonesia yang makmur.
Perut anak-anakku pun detik ini masih tak terisi, padahal mereka harus bertumbuh dewasa.
Perut anak-anakku pun detik ini masih tak terisi, padahal mereka harus bertumbuh dewasa.
Penguasa yang kucoblos ketika PEMILU,
Hatiku pilu, sungguh.
Hatiku pilu, sungguh.
Pernahkah engkau tak punya uang sepeser pun untuk membeli obat buat anakmu yang sakit nyaris mati?
Pernahkah engkau tinggal berdesak-desakan di rumah kardus dengan istri, dan anak-anakmu?
Pernahkan engkau hanya bisa menangis karena tak sepeser rupiah pun engkau bawa untuk nasi keluargamu?
Aku yakin kau tak pernah berada di sana,Pernahkah engkau tinggal berdesak-desakan di rumah kardus dengan istri, dan anak-anakmu?
Pernahkan engkau hanya bisa menangis karena tak sepeser rupiah pun engkau bawa untuk nasi keluargamu?
Hidup menderita bagai dalam neraka.
Jika sorga memang ada, mengapa Tuhan tak mengetuk hatimu untuk berbelas kasihan kepada orang sepertiku.
Jika memang cintamu pada rakyat sebesar ucapan retorikamu,
Mengapa hidupku sama saja seperti sebelum engkau naik tahta?
Jika engkau pemimpin, maka pimpinlah aku yang miskin ini kepada kegenapan janji-janjimu.
Ah tapi engkau pasti tak peduli,
Bahkan ketika aku dan seisi rumahku harus mati dalam tangis yang merana.
